Web Designer Web Developer dan Web Master Beda Tugas

Posted on October 17, 2017  in Panduan SEO

Banyak orang yang agak bingung apa bedanya pekerjaan web designer dan web developer serta ada istilah lain yaitu web master. Sebagian orang bahkan ada yang menganggap semua pekerjaan tersebut bersangkutan. Makanya tak banyak orang yang sebenarnya hanya web designer di tawarin pekerjaan atau diminta untuk membuatkan website oleh seseorang.

Berikut ini adalah ulasan singkat tentang apa perbedaan antara web designer web developer dan web master.

Web Designer

Web designer yaitu orang yang bekerja dengan unsur-unsur visual pada suatu halaman web. Web designer adalah orang yang tugasnya membuat tampilan halaman website sehinga tampak begitu cantik dan sedap dipandang mata. Biasanya desainer web mengintegrasikan berbagai komponen seperti file gambar file video seperti flash(namun sekarang flash ini sudah tidak direkomendasikan) atau multimedia lain ke dalam sebuah halaman website untuk menambah pengalaman visual bagi para pengguna atau untuk melengkapi hamalan konten website.

Pemahaman tentang Client-side scripting seperti HTML CSS, Javascript serta mengerti cara memanipulasi gambar / foto dan animasi adalah beberapa hal yang dikuasai oleh web desainer. Web designer biasanya bekerja dalam sebuah tim untuk memastikan sebuah tampilan website bisa membuat aplikasi web bekerja dengan baik. Keterampilan tambahan yang biasanya perlu dimiliki adalah komunikasi yang baik ini tentu akan menjadi sangat berguna untuk para web desainer dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal lain yang juga harus dimengerti oleh web designer adalah masalah usability atau kegunaaan standar W3C untuk HTML dan CSS serta kompabilitas tampilan pada browser yang berbeda bahkan yang terbaru web desainer harus mengerti masalah tampilan website yang harus bisa dibuka di setiap perangkat yang memiliki ukuran layar berbeda atau biasa diserbut desain web responsif atau responsive web design.

Web Developer

Web Developer adalah orang yang pekerjaannya menciptakan aplikasi berbasis website dengan menggunakan bahasa pemprograman seperti Java PHP .NET atau Python.

web developer membuat berbagai hal bisa “terjadi” pada sebuah website. Peran web developer adalah sebagai penghubung dari semua sumber daya yang nantinya digunakan pada sebuah website yang meliputi penggunaan database membuat halaman yang bisa dinamis sampai mengatur cara pengunjung berinteraksi dengan elemen yang ada di website yang dibuatnya.

Seorang web designer yang handal biasanya akan terbiasa dengan bahasa pemograman web baik itu yang ada di bagain server (server side scripting) maupun dari sisi klien (Client-side scripting). Aspek tampilan biasanya menjadi hal yang tidak terlalu dipusingkan oleh seorang web developer dia pasti memahami HTML dan CSS tapi desain website itu juga membutuhkan kreativitas dan jiwa seni jadi walaupun web developer memahami setiap perintah yang ada di HTML dan CSS, dia tidak bisa dipekerjakan sebagai web designer karena tidak memiliki kemampuan dalam membuat desain, hanya untuk mengaplikasikan desain yang telah dibuat menjadi lebih dinamis pastilah dikuasai oleh web developer.

Web Master

Web Master bisa saja orang yang memiliki dua kemampuan yang kita bahas namun kelebihannya adalah web master ini juga bertugas untuk memelihara aplikasi web yang telah dibuat memastikan website selalu bisa diakses atau tidak down. Bahkan webmaster juga bisa saja bertanggung jawab untuk optimasi mesin pencari (SEO), mengisi konten website, hingga memasarkan website itu sendiri kepada publik.

Namun pada skup kelompok kerja yang lebih luas webmaster akan lebih banyak ditugaskan untuk menjadi manager dari sebuah proyek berbasis web mengatur pekerjaan web developer dan web designer, sampai melakukan pengujian terhadap usability atau kebergunaan aplikasi web yang terlah dibuat sebelumnya, melakukan testing, bahkan urusan keamanan website.

Bagi seorang web developer kemampuan logis sangatlah diperlukan untuk mengatur alur aplikasi web sedangkan web designer membutuhkan kemampuan artistik dan juga kreativitas yang pasti jiwa seninya harus kuat. Sedangkan Webmaster akan lebih banyak membutuhkan kemampuan logis artistik serta pengalaman yang baik dalam permasalahan umum yang ada di dunia web seperti mengatur file yang ada di hosting memastikan website bebas hacker website tidak down dan hal penting lainnya.

Demikian lah ulasan singkat tentang perbedaan tugas antara Web Master Web Developer dan Web Designer.

PBN di Era Panda 4.1 dan Penguin 3.0 Judi Online

PBN SEO

Apa itu PBN .? PBN (Private Blog Networks) adalah sekumpulan blog yang sengaja diciptakan dari expired domain yang memiliki criteria tertentu untuk keperluan Judi Online backlinking dan SEO. Private Blog Networks dapat menjadi senjata yang ampuh dalam SEO, selain itu kita mempunyai control yang penuh terhadap sumber backlink ini. Dalam membuat blog network kita harus memperhitungkan budget dan waktu yang akan diperlukan untuk mengurus PBN ini, jangan sampe malah kelamaan mengurus PBN daripada moneysite.

PBN (Private Blog Network) setahun belakangan ini menjadi topik Judi Online yang paling banyak dibicarakan di dalam dunia SEO, baik lokal maupun luar. Optimasi website dengan mengandalkan sekumpulan blog network yang biasanya terdiri dari domain-domain expired dengan profile yang bagus (Aged, DA PA tinggi, punya quality backlinks, ber-PR) ini cukup banyak diminati karena efek yang dihasilkan cukup signifikan untuk mengangkat website utama di SERP.

Judi Online, Bandar Judi, Agen Bola Terpercaya

Meski, update algoritma google terakhir yang menyasar ke thin content with little or no add value (konten yang miskin informasi) banyak menghempaskan beberapa blog-blog network besar, baik yang go public (dijual) maupun yang asli private untuk digunakan ownernya sendiri. Update algoritma Judi Online google yang berefek kepada banyaknya blog network yang dideindex kemaren sepertinya tidak murni ulah robot google (seperti yang sudah saya tulis disini). Manual action oleh karyawan google banyak diyakini oleh para webmaster turut andil dalam proses deindex besar-besaran tersebut. Terutama untuk blog-blog network besar yang tidak bisa di kill melalui proses footprint.

Seperti ditulis oleh NoHatDigital, beberapa domain di dalam blog network mereka di deindex oleh google meski domain-domain tersebut belum dipasang apa-apa (belum di instal cms dan belum ada content), ada juga domain-domain yang di deindex karena berada dalam 1 registrar (sayang untuk ini mereka tidak menjelaskan apakah domain-domain tersebut diberi whois privacy atau tidak). Masih menurut NoHatDigital, untuk domain yang belum diinstal apa-apa, kemungkinan ‘footprint’ yang dipakai adalah google auction.

Karena domain-domain mereka tersebut semuanya didapat dari hasil lelang di Godaddy. Jadi, sebelum update algoritma, para karyawan google mengumpulkan list domain-domain yang diduga digunakan untuk PBN dan ketika waktu update tiba, domain-domain tersebut di punish secara bersamaan untuk menimbulkan efek ketakutan dikalangan penggiat SEO. Sebuah analisa yang menurut saya cukup masuk akal.

PBN memang melanggar aturan dasar google, yaitu memanipulasi link untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di SERP. Tapi, google tidak mungkin menggunakan manual action untuk mempenalty semua PBN yang ada. Ada ratusan ribu domain dan website baru setiap harinya, tidak mungkin karyawan mereka sanggup mengatasi dan menghandle satu-persatu. Jadi tetap, solusi terbaik mereka adalah dengan menggunakan footprint. Dan dari data-data yang sudah saya kumpulkan dari berbagai sumber, terutama dari website-website authority luar, poin yang paling krusial adalah Registrar dan IP Hosting. Jika sebuah PBN dibangun dari 1 registrar yang sama, dan hosting yang juga sama (tanpa IP unik, minimal C class) maka ini adalah sebuah sasaran yang sangat empuk bagi Google.

 

pbn

 

Jika anda memutuskan untuk menggunakan PBN sebagai salah satu strategi SEO, ada banyak poin yang harus anda perhatikan, agar blog network yang anda bangun awet dan tidak terdeteksi radar Google. Berikut ini adalah poin-poin penting yang harus anda perhatikan :

  • Registrar (pakai registrar yang berbeda-beda, contoh Godaddy, Name.com, Dynadot, dll. Tentu dengan memakai data contact yang berbeda-beda juga. Jangan lupa di whois protection juga)
  • Hosting (pakai hosting berbeda-beda dan minimal C Class IP, manfaatkan CDN untuk masking nameserver)
  • Variasi CMS (tidak harus, walaupun jika berbeda-beda tentu akan lebih baik dan lebih natural)
  • Variasi Theme
  • Variasi Permalink
  • Variasi Plugin
  • Variasi halaman Contact, Privacy Policy, TOS, dll
  • Variasi TLD, .com, .net, .org dsb.
  • Jangan di linkwheel
  • DA PA TF CF makin tinggi makin bagus (kriteria tergantung masing-masing personal)
  • Tidak register domain di hari yang sama
  • Konten berkualitas (makin unik dan memberikan value ke visitor makin bagus)