PBN di Era Panda 4.1 dan Penguin 3.0 Judi Online

PBN SEO

Apa itu PBN .? PBN (Private Blog Networks) adalah sekumpulan blog yang sengaja diciptakan dari expired domain yang memiliki criteria tertentu untuk keperluan Judi Online backlinking dan SEO. Private Blog Networks dapat menjadi senjata yang ampuh dalam SEO, selain itu kita mempunyai control yang penuh terhadap sumber backlink ini. Dalam membuat blog network kita harus memperhitungkan budget dan waktu yang akan diperlukan untuk mengurus PBN ini, jangan sampe malah kelamaan mengurus PBN daripada moneysite.

PBN (Private Blog Network) setahun belakangan ini menjadi topik Judi Online yang paling banyak dibicarakan di dalam dunia SEO, baik lokal maupun luar. Optimasi website dengan mengandalkan sekumpulan blog network yang biasanya terdiri dari domain-domain expired dengan profile yang bagus (Aged, DA PA tinggi, punya quality backlinks, ber-PR) ini cukup banyak diminati karena efek yang dihasilkan cukup signifikan untuk mengangkat website utama di SERP.

Judi Online, Bandar Judi, Agen Bola Terpercaya

Meski, update algoritma google terakhir yang menyasar ke thin content with little or no add value (konten yang miskin informasi) banyak menghempaskan beberapa blog-blog network besar, baik yang go public (dijual) maupun yang asli private untuk digunakan ownernya sendiri. Update algoritma Judi Online google yang berefek kepada banyaknya blog network yang dideindex kemaren sepertinya tidak murni ulah robot google (seperti yang sudah saya tulis disini). Manual action oleh karyawan google banyak diyakini oleh para webmaster turut andil dalam proses deindex besar-besaran tersebut. Terutama untuk blog-blog network besar yang tidak bisa di kill melalui proses footprint.

Seperti ditulis oleh NoHatDigital, beberapa domain di dalam blog network mereka di deindex oleh google meski domain-domain tersebut belum dipasang apa-apa (belum di instal cms dan belum ada content), ada juga domain-domain yang di deindex karena berada dalam 1 registrar (sayang untuk ini mereka tidak menjelaskan apakah domain-domain tersebut diberi whois privacy atau tidak). Masih menurut NoHatDigital, untuk domain yang belum diinstal apa-apa, kemungkinan ‘footprint’ yang dipakai adalah google auction.

Karena domain-domain mereka tersebut semuanya didapat dari hasil lelang di Godaddy. Jadi, sebelum update algoritma, para karyawan google mengumpulkan list domain-domain yang diduga digunakan untuk PBN dan ketika waktu update tiba, domain-domain tersebut di punish secara bersamaan untuk menimbulkan efek ketakutan dikalangan penggiat SEO. Sebuah analisa yang menurut saya cukup masuk akal.

PBN memang melanggar aturan dasar google, yaitu memanipulasi link untuk mendapatkan peringkat yang lebih baik di SERP. Tapi, google tidak mungkin menggunakan manual action untuk mempenalty semua PBN yang ada. Ada ratusan ribu domain dan website baru setiap harinya, tidak mungkin karyawan mereka sanggup mengatasi dan menghandle satu-persatu. Jadi tetap, solusi terbaik mereka adalah dengan menggunakan footprint. Dan dari data-data yang sudah saya kumpulkan dari berbagai sumber, terutama dari website-website authority luar, poin yang paling krusial adalah Registrar dan IP Hosting. Jika sebuah PBN dibangun dari 1 registrar yang sama, dan hosting yang juga sama (tanpa IP unik, minimal C class) maka ini adalah sebuah sasaran yang sangat empuk bagi Google.

 

pbn

 

Jika anda memutuskan untuk menggunakan PBN sebagai salah satu strategi SEO, ada banyak poin yang harus anda perhatikan, agar blog network yang anda bangun awet dan tidak terdeteksi radar Google. Berikut ini adalah poin-poin penting yang harus anda perhatikan :

  • Registrar (pakai registrar yang berbeda-beda, contoh Godaddy, Name.com, Dynadot, dll. Tentu dengan memakai data contact yang berbeda-beda juga. Jangan lupa di whois protection juga)
  • Hosting (pakai hosting berbeda-beda dan minimal C Class IP, manfaatkan CDN untuk masking nameserver)
  • Variasi CMS (tidak harus, walaupun jika berbeda-beda tentu akan lebih baik dan lebih natural)
  • Variasi Theme
  • Variasi Permalink
  • Variasi Plugin
  • Variasi halaman Contact, Privacy Policy, TOS, dll
  • Variasi TLD, .com, .net, .org dsb.
  • Jangan di linkwheel
  • DA PA TF CF makin tinggi makin bagus (kriteria tergantung masing-masing personal)
  • Tidak register domain di hari yang sama
  • Konten berkualitas (makin unik dan memberikan value ke visitor makin bagus)

Mengenal Sejarah Awal Mula Lahirnya SEO

Posted on October 10, 2017  in Belajar SEO

Seacrh Engine Optimization (SEO) sudah menjadi sangat familiar belakang ini, Bagi para kalangan blogger SEO merupakan satu kewajiban yang harus di kuasai. Berbagai macam cara di lakukan untuk menjalankan online marketing walau dengan kursus SEO yang mempelajari mengenai teknik dari digital marketing.

karena dengan optimasi SEO blog atau website tersebut gampang di temui pada mesin pencari dan tentunya harapan para blogger blog mereka berada pada posisi nomor satu terutama di mesin pencari google yang sampai saat ini menjadi mesin pencari number wahid di dunia. Pengertian SEO atau Search Engine Optimization adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik dari mesin pencari menuju alamat situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja alami algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah jelas supaya web/blog kita selalu berada di halaman terdepan dan teratas dari suatu search engine, sehingga dengan selalu diatas, maka besar kemungkinan web/blog kita sering dikunjungi.

Menurut Danny Sullivan teknik SEO ini pertama kali muncul melalui pesan spam yang terposting di Usenet. Pada saat Algoritma mesin pencari masih sederhana sehingga mudah dimanipulasi oleh webmaster. Sejarah awal lahir nya SEO ini pertama kali di gunakan pada tanggal 26 Juli 1997, yang pada saat itu di karenakan karena Algoritma masih sepenuhnya bergantung pada Meta Tag di Kode Html maka memudahkan para webmaster untuk memanipulasi meta tag dengan menuliskan kata kunci yang tidak relevan dengan konten situs yang sebenarnya. Hal ini menimbulkan kesalahan pemeringkatan dan penempatan situs tersebut pada mesin pencari.

Larry Page dan Sergey Brin dua mahasiswa doktoral ilmu komputer Universitas Stanford berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan membangun Backrub sebuah mesin pencari yang sepenuhnya mengandalkan algoritma matematis untuk memeringkat halaman web. Algoritma tersebut yang dinamakan PageRank merupakan nilai fungsi matematis yang kompleks dari kombinasi antara perhitungan jumlah link yang mengarah pada suatu halaman web dengan analisis atas bobot masing-masing link tersebut dengan skala antara 1–10.

Berdasarkan prinsip kerja PageRank secara umum bisa dikatakan bahwa halaman web yang memperoleh peringkat tinggi adalah halaman web yang banyak di-link oleh halaman web lain. Nilai PageRank juga akan semakin tinggi apabila halaman web yang mengarah kepadanya juga memiliki peringkat yang tinggi. Jadi nilai sebuah link dari situs seperti Yahoo! bernilai lebih besar daripada kombinasi nilai link dari seratus situs web yang tak dikenal.