Perbedaan Tugas Web Designer, Web Developer dan Web Master

Posted on December 27, 2017  in Belajar SEO

Mungkin diantara kalian yang bergelut didunia IT tidak asing dengan kata Web developer, Web desain dan juga Web Master. tapi, kalian tau tidak apa perbedaan dari ketiga profesi tersebut? yuk cari tahu apa perbedaannya.

  1. Web Developer

    Web Developer adalah seseorang yang berhubungan dengan pembuatan suatu website. Seorang Web Developer menciptakan aplikasi berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman. Tugas dari Web Developer ini menjadi penghubung dari seluruh sumber daya yang dibutuhkan untuk pembuatan website. Antara lain seperti pembuatan database, mengatur domain, membuat tampilan web yang dinamis, dan masih banyak lagi tugas dari seorang Web Developer. Tugas mereka akan berakhir jika website yang dibuat sudah siap untuk digunakan dan tidak terdapat masalah dalam penggunaan website tersebut. Dalam pembuatan aplikasi berbasis web dibutuhkan suatu bahasa pemrograman yang harus benar-benar dipahami oleh Web Developer, seperti JavaScript, PHP, ASP, Phyton, Java, MySQL, dan lain-lain. Karena sudah dibingungkan dengan bahasa pemrograman yang rumit, bisa dikatakan  seorang Web Developer tidak terlalu memikirkan mengenai penampilan website. Tidak memikirkan tampilan website bukan berarti tampilan yang dihasilkan berantakan ya, mereka hanya akan membuat tampilan website menjadi dinamis. Lalu bagaimana dengan design website? Bukankah website yang nyaman untuk dipandang juga dibutuhkan untuk membuat pengunjung betah di situs web Anda? Untuk mendesign web menjadi lebih indah dan nyaman merupakan tugas dari Web Designer.

  2. Web Designer

    Web designer yaitu orang yang bekerja dengan unsur-unsur visual pada suatu halaman web. Web designer adalah orang yang tugasnya membuat tampilan halaman website sehinga tampak begitu cantik dan sedap dipandang mata. Biasanya desainer web mengintegrasikan berbagai komponen seperti file gambar, file video seperti flash(namun sekarang flash ini sudah tidak direkomendasikan), atau multimedia lain ke dalam sebuah halaman website untuk menambah pengalaman visual bagi para pengguna, atau untuk melengkapi hamalan konten website. Pemahaman tentang Client-side scripting seperti HTML, CSS, Javascript serta mengerti cara memanipulasi gambar / foto dan animasi adalah beberapa hal yang dikuasai oleh web desainer. Web designer biasanya bekerja dalam sebuah tim untuk memastikan sebuah tampilan website bisa membuat aplikasi web bekerja dengan baik. Keterampilan tambahan yang biasanya perlu dimiliki adalah komunikasi yang baik, ini tentu akan menjadi sangat berguna untuk para web desainer dalam menyelesaikan pekerjaannya. Hal lain yang juga harus dimengerti oleh web designer adalah masalah usability atau kegunaaan, standar W3C untuk HTML dan CSS serta kompabilitas tampilan pada browser yang berbeda, bahkan yang terbaru web desainer harus mengerti masalah tampilan website yang harus bisa dibuka di setiap perangkat yang memiliki ukuran layar berbeda atau biasa diserbut desain web responsif atau responsive web design.

    Baca Juga :  Mengenal Algoritma dan Jenisnya

  3. Web Master

    WebMaster disini bertugas sebagai keduanya seperti di atas. Selain itu, WebMaster juga bertugas untuk memelihara aplikasi web yang digunakan. Tugas WebMaster mungkin lebih banyak dan masih panjang ya daripada Web Developer dan Web Designer. Merekalah yang nantinya akan memanage website, menjaga agar website selalu bisa diakses atau tidak down. Dan mungkin saja jika seorang WebMaster juga bertugas untuk mengurus SEO, konten website, hingga memasarkan website. WebMaster juga akan mengatur pekerjaan web developer dan web designer, hingga melakukan pengujian terhadap usability dari aplikasi web yang dibuat.

    Kesimpulannya, Web Developer lebih mengacu pada kemampuan logis untuk mengatur aplikasi berbasis web, Web Designer lebih mengacu pada kemampuan artistik dan kreativitas untuk memercantik halaman web, sedangkan WebMaster mengacu pada kemampuan logis, artistik, serta pengalaman dalam menghadapi permasalahan umum yang ada di dunia perwebsitan.

Mengenal Algoritma dan Jenisnya

Belakangan ini para pelaku SEO mulai merasakan ada yang aneh pada blog atau website yang mereka kelola, mulai dari trafik yang menurun drastis hingga penurunan ranking yang tidak biasanya. Biasanya hal ini terjadi saat Google melakukan update algoritmanya, dan benar saja Google secara resmi telah merilis algoritma terbaru mereka yang dinamai dengan Fred.

Banyak forum-forum SEO hingga website-website ternama yang memang khusus melakukan analisa mengenai SEO dan digital marketing yang membahas mengenai Google fred ini, mulai dari ads.id, bersosial, hingga searchengineland.com yang saat ini masih dijadikan patokan banyak orang untuk mendapatkan informasi yang akurat melalui data-data yang disajikan di dalamnya.

  1. Algoritma Panda

    Google Panda mulai diperkenalkan pada bulan Februari 2011. Fokus algoritma Panda adalah memastikan agar konten-konten yang memiliki kualitas rendah tidak mendapatkan posisi yang baik di hasil pencarian. Dengan kata lain, dengan algoritma ini Google hanya ingin menampilkan situs-situs yang memiliki kualitas konten yang baik.
  2. Algoritma Google Exact Match Domain (EMD)

    Muncul pada September 2012, tujuan dari algoritma EMD adalah untuk mencegah situs-situs yang memiliki konten buruk, tetapi mendapatkan peringkat bagus di Google hanya karena memiliki nama domain yang sama seperti kata-kata yang digunakan di dalam mesin pencari Google.

    Contohnya saya mencari informasi di Google dengan mengetik kata ‘cara memasak ayam’, lalu di hasil pencarian halaman pertama muncul situs dengan nama domain yang sama yaitu ‘caramemasakayam.com’. Tetapi setelah saya masuk ke situs tersebut, konten yang disediakan sangatlah minim dan tidak jelas atau tidak mendetail. Untuk situs seperti inilah algoritma EMD diluncurkan Google.

  3. Algoritma Google Payday Loan

    Diluncurkan pada Juni 2013, Payday Loan adalah algoritma yang dibuat Google untuk secara spesifik menyisir frase atau kata kunci yang banyak digunakan untuk aktivitas spamming. Jadi, situs-situs yang memiliki konten yang terkait dengan beberapa kata kunci spammy, akan dicegah mendapatkan traffic dari Google dengan menurunkan peringkatnya sejauh mungkin. Contoh kata kunci yang dianggap spammy oleh Google diantaranya yang berbau pornografi.

    Read More : Hal Penting Dalam Belajar SEO

  4. Algoritma Google Top Heavy

    Algoritma ini mengacu pada layout halaman situs yang dikhususkan pada situs-situs yang memasang iklan dibagian atas konten (above the fold) secara berlebihan.

  5. Algoritma Google Penguin

    Algoritma Penguin diluncurkan pada bulan April 2012. Algoritma Google Penguin dibuat untuk melawan situs-situs yang melakukan Spam. Ada cukup banyak teknik spam yang digunakan untuk mengelabui mesin pencari.