Cara Membuat PBN (Private Blog Network)

Cara Membuat PBN (Private Blog Network)

Backlink memang menjadi faktor penentu agar situs kita mampu naik ke peringkat pertama google, tetapi untuk mencari backlink ini tidaklah semudah yang kita bayangkan, butuh trik dan tekhnik khusus yang harus kita ketahui. Nah untuk itu, mungkin trik membangun backlink dengan jaringan blog yang kita miliki bisa menjadi pekerjaan yang asyik dalam kita membangun backlink untuk situs utama kita. Walaupun dalam hal membangun backlink memang tidaklah instant, alias SEO itu LONG TERM, jadi jangan berharap dalam waktu singkat website kita akan nagkring dipage one. Kita tidak pernah tahu pasti kapan situs kita akan naik, bisa seminggu,sebulan,setahun, kita tidak tahu pasti, tapi yang jelas Google LOVE LINKS dan UNIQUE CONTENT.

Memilih domain untuk PBN

Langkah pertama dan yang paling utama adalah pemilihan domain PBN yang benar-benar berkualitas. Secara umum domain expired yang baik untuk PBN adalah memiliki DA PA minimal 25, Trust Flow 20, memiliki riwayat backlink yang tidak SPAM, sudah berumur setidaknya 1 tahun dan nilai Spam Score dibawah 4 ketika di cek di MOZ. Jika memungkinkan pilihlah domain bekas yang memiliki topik yang sama dengan money site yang tengah di optimasi. Saya katakan bahwa mencari domain bekas yang berkualitas cukup melelahkan, namun tidak ada yang tidak mungkin kalau kita mau berusaha. Selengkapnya mengenai cara mencari dan memilih domain untuk PBN bisa kamu simak di artikel ini Cara Mencari dan Memilih Domain Untuk PBN.

  1. Pembelian domain
    Pembelian domain untuk keperluan PBN, sebaiknya didaftarkan pada registrar yang berbeda-beda. Atau jika merasa kerepotan bagilah sejumlah domain masing-masing 10% di layanan domain yang berbeda. Misal kamu berencana membeli 50 domain PBN maka sebaiknya 5 domain didaftarkan di Namecheap, 5 domain di Hostgator, 5 domain di Godady dan seterusnya. Gunakan informasi kontak atau WHOIS yang berbeda-beda pada setiap domain, namun bisa diabaikan langkah ini jika domain menggunakan Proteksi ID atau Whois Privacy Protection.
  2. Hosting untuk PBN
    Hosting untuk PBN harus memiliki IP yang berbeda-beda, misal kamu memiliki 50 blog network maka usahakan kamu memiliki 50 IP yang berbeda-beda untuk hosting domain PBN tersebut dan akan lebih baik lagi jika kamu membeli hosting dengan lokasi yang berbeda-beda. Untuk hosting terbaik tetaplah hosting yang powerfull sehingga bisa membuat loading blog menjadi lebih cepat, namun kembali lagi apakah budget kamu ideal untuk membeli hosting dengan kualitas terbaik. Jika tidak maka bisa memilih hosting standar saja, saya memiliki rekomendasi daftar rekomendasi hosting dengan harga murah bisa kamu cek disini.
  3. Instalasi blog, theme dan menu navigasi
    Setelah selesai membeli domain dan hosting kini saatnya menginstall blog network kamu. Saat ini CMS WordPress adalah yang paling populer, namun jika memungkinkan kamu bisa juga menggunakan CMS lain seperti Drupal, Joomla, Magento dan lain sebagainya. Gunakan theme yang unik, menarik dan pastikan setiap blog network memiliki theme atau template yang berbeda-beda. Lengkapi menu bar atau navigasi blog dengan menu seperti Home, Privacy Policy & Terms, About dan Contact. Jika memungkinkan desain juga logo blog, seperti logo di header dan favicon agar terlihat lebih menarik.
  4. Daftarkan blog di webmaster search engine
    Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah mendaftarkan blog di webmaster mesin pencari, di Google maka didaftarkan di Search Console, di Bing dan Yahoo dapat melalui Bing Webmaster dan silahkan jika ada mesin pencari lainnya juga bisa kamu daftarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *